Jumat, 31 Juli 2015

Pembangunan Rabat Beton Di Dsun Sambian Tengah


Hampir seluruh gang dan jalan di Dusun Sambian Tengah sudah di Rabat Beton , ini semua berkat kegigihan masyrakat dan pemimpin serta tokoh masyarakat dalam upaya memajukan dusunya dan ini perlu dicontoh oleh dusun yg lain di Timpag .. by.km gempar pariadi


Senin, 20 Juli 2015

Pembangunan Dam Parit di Subak Tangluk

Pembangunan Dam ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat, khususnya petani di subak Tangluk untuk memperoleh pengairan bagi lahan persawahan.




Kunjungan Bupati Tabanan ke Desa Timpag

Kunjungan ini bertepatan pada pelaksanaan kegiatan jalan santai, pasar murah, dan pengundian doorprize. Dalam kunjungan ini, Bupati Tabanan juga memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu.




Pengundian Kupon, Jalan Santai, Pasar Murah dan Pengundian Doorprize Desa Pakraman Timpag

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pembangunan di Pura Desa Lan Puseh Desa Pakraman Timpag.




Kegiatan KKN Mahasiswa Undiksha di Desa Timpag

Kegiatan KKN Mahasiswa Undiksha dimulai pada tanggal 1 Juli 2015, kgiatan ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kuliah. Selama 1,5 bulan waktu pelaksanaan KKN, mahasiswa Undiksha memiliki 6 program kerja utama.





Minggu, 19 Juli 2015

Visi dan Misi Desa Timpag

“Terwujudnya Masyarakat Desa Timpag yang cerdas , sejahtra , aman , dan berprestasi serta berbudaya berbasis pertanian, yang berwawasan lingkungan bersinergi dengan pariwisata“



Visi
Visi Pembangunan Desa  Timpag Tahun 2010 –  2015, adalah ” TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA TIMPAG YANG SEJAHTERA, AMAN, BERPRESTASI DAN BERBUDAYA BERBASIS PERTANIAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN BERSINERGI DENGAN PARIWISATA ”.
Misi
Misi pembangunan Desa  Timpag Tahun 2010  –  2015, adalah :
1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan dan program kesehatan, serta pengamalan ajaran agama kepada masyarakat sesuai dengan falsafah ”Tri Hita Karana”
2. Menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya desa.
3. Meningkatkan ketahanan ekonomi dengan menggalakkan usaha ekonomi kerakyatan, melalui program strategis di bidang produksi pertanian, pemasaran, koperasi, usaha kecil dan menengah, serta pariwisata.
4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sehingga dapat menumbuhkembangkan kesadaran dan kemandirian dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.
5. Menciptakan suasana yang aman dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat.
6. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kerjasama antar lembaga pemerintahan di desa serta lembaga adat.
7. Memberdayakan masyrakat menuju masyarakat mandiri.

Kondisi Pemerintahan Desa Timpag




Desa Timpag terbagi atas beberapa wilayah yang meliputi :

Wilayah Desa Timpag terdiri dari 6 Banjar Dinas, 13 Banjar Adat dan 3 Desa Pakraman. Adapun 6 Banjar Dinas tersebut antara lain :

1. Banjar Dinas Beluluk                     terdiri dari 186 KK.
2. Banjar Dinas Delod Peken             terdiri dari 107 KK.
3. Banjar Dinas Dajan Peken             terdiri dari 185 KK
4. Banjar Dinas Sambian Pondok      terdiri dari 137 KK.
5. Banjar Dinas Sambian Tengah      terdiri dari 198 KK.
6. Banjar Dinas Telaga Tunjung        terdiri dari 170 KK.

13 Banjar Adat antara lain :
1. Banjar Adat Telaga Tunjung Kaja
2. Banjar Adat Telaga Tunjung Kelod
3. Banjar Adat  Lebah
4. Banjar Adat  Munduk
5. Banjar Adat Dajan Peken
6. Banjar Adat Delod Peken
7. Banjar Adat Beluluk
8. Banjar Adat Angligan
9. Banjar Adat Bengkel
10. Banjar Adat Sambian Pengayehan
11. Banjar Adat Sambian Pondok
12. Banjar Adat Sambian Tengah
13. Banjar Adat Sambian Undagi.

Tiga Desa Pakraman antara lain :
1. Desa Pakraman Telaga Tunjung
2. Desa Pakraman Sambian
3. Desa Pakraman Timpag.

Demografi Desa Timpag


Kondisi topografi Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan merupakan daerah landai dengan ketinggian 350 - 500 meter diatas permukaan laut, curah hujan relatif sedang dengan batas wilayah administratif sebagai berikut :
* Sebelah Utara               : Desa Jegu
* Sebelah Timur              : Desa Kesiut dan Sembung Gede
* Sebelah Selatan            : Desa Meliling.
* Sebelah Barat               : Sungai Yeh Ho.
Luas wilayah Desa Timpag seluas 465 Ha. Yang dipilah menjadi :
*  Lahan Pemukiman seluas 27.930 Ha.
*  Lahan Sawah seluas  330.030 Ha.
*  Lahan Tegalan seluas 94.636 Ha.
*  Lahan Perkantoran seluas 0,185 Ha.
*  Lahan lainnya seluas  0,081 Ha.
Desa Timpag memiliki jalan sepanjang 18,5 Km dengan perincian 5 km jalan kabupaten, 13,5 km jalan desa.  Dengan kondisi beraspal sepanjang 10 Km, beton sepanjang 1,5 Km, geladag sepanjang 1 km dan jalan tanah sepanjang  1 km.


Sejarah Desa Timpag


Berbicara masalah sejarah adalah suatu pemikiran yang mengacu pada masa lampau, oleh karenanya pemaparan dalam hal sejarah merupakan penyampaian peran tentang apa – apa yang pernah terjadi masa lampau. Dimana dapat kita temukan dua kata yaitu sejarah dan Desa, kata sejarah dalam Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu yang diambil alih dari kata Arab, yaitu sejarah yang berarti pohon, keturunan, asal usul, silsilah, riwayat, babad, tanbo dan tariek, sedangkan yang dinamakan Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahaan sendiri. Dalam hal ini akan dicoba untuk menguraikan sejarah Desa Timpag.
Kata Timpag menurut mereka berasal dari kata TITI dan EMPAK, TITI yang artinya Jembatan, EMPAK artinya Putus. Jadi Timpag merupakan satu Desa dimana dijadikan jembatan pemutus antara Kecamatan Penebel dan Kecamatan Kerambitan, sebab dulu penguasa Tabanan minta bantuan kepada Bendesa Timpag untuk ikut berperang melawan penguasa Penebel dan Bendesa Timpag menyanggupi dengan mengutus beberapa pasukan dibawah Pimpinan I Gusti Beranjingan, sedangkan Pasukan Penebel dipimpin oleh I Gusti Ngurah Ubung, dalam peperangan ini kemenangan berada dipihak pasukan Timpag. Hal ini dapat kita ketahui dari adanya hadiah berupa gambelan barong, angklung, kulkul ( kentongan ), Gender Wayang, yang semua ini disimpan dan dikeramatkan yang dapat digunakan pada hari – hari tertentu.
Selanjutnya Desa Timpag mengalami perkembangan dan sampai saat ini Timpag terdiri dari 13 Banjar menjadi 6 Dusun (banjar dinas) dan dengan mewilayahi 3 desa Adat lengkap dengan Tri Kahyangannya. Demikian sejarah singkat Desa Timpag yang sudah barang tentu tidak selengkap sebagaimana sejarah yang sebenarnya. Maka untuk melengkapi selanjutnya adalah merupakan tugas dari para generasi penerus.

Lambang Desa


ARTI DAN MAKNA LAMBANG DESA TIMPAG

1. SANGGRAHA KRIYA BUJANGGA artinya SANGGRAHA = TEMPAT, KRIYA = BERKARYA MENGGALI,  BUJANGGA = BUDAYA.
2. BINTANG KUNING EMAS, melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
3. CANDI, melambangkan jiwa kepahlawanan.
4. CANDI BENTAR, melambangkan keagamaan yang agung.
5. RANTAI, melambangkan persatuan ( gotong royong ).
6. KIPAS, melambangkan seni budaya daerah.
7. BUNGA TERATAI,  melambangkan singgasana Ciwa.
8. PADI KAPAS, melambangkan kemakmuran.
9. BAMBU RUNCING, melambangkan basis perjuangan.
10. WARNA HIJAU, melambangkan kesuburan.
11. WARNA KUNING EMAS, melambangkan keluhuran / keagungan.
12 WARNA MERAH, melambangkan keperwiraan.
13. WARNA PUTIH, melambangkan kesucian.
14. JUMLAH MERU = 13, melambangkan Desa Timpag terdiri dari 13 Banjar Adat
15. JUMLAH RONG CANDI = 3, melambangkan Desa Timpag
16. JUMLAH UNDAG = 6, melambangkan Desa Timpag terdiri dari 6 Banjar Dinas terdiri dari 3 Desa Adat.