Pam Desa Timpag bergerak dibawah Badan Usaha Milik Desa , sudah memiliki jaringan paten mencangkup 8 banjar yaitu : Banjar Lebah , banjar Munduk , Banjar Dajan Peken , Banjar Delod Peken , Sambian Pengayehan , Banjar Beluluk , Angligan dan sebagian kecil di Banjar Bengkel. awal cerita PAM Desa ini dibangun sekitar Tahun 1991 atas kemenangan lomba Desa tahun itu di beri hadiah dari program KB sehingga bisa terpasang pipa galpanis sepanjang 3 km ukuran 4 " dan sebuah bak penangkap yang berlokasi di telaga tunjung kaja , kemudian seiring perkembangan PAM ini sempat dilimpahkan ke PDAM daerah yang kemudian dikembalikan lagi ke Desa.. seiring perjalanan waktu semakin bertambahnya penduduk desa timpag dan kemajuan masyarakat maka kebutuhan akan air baku sangat tinggi sehingga PAM ini tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat desa Timpag. sejak awal berdirinya PAM ini sudah dikelola oleh badan pengelola dibawah pemerintahan Desa Timpag. di tahun 2013 Debit airyang tidak cukup dengan jumlah pelanggan menjadi masalah klasik , pipa yg sudah tropos karena sudah usur sering menjadi kendala maka pemerintah Desa Timpag memprioritaskan pembangunan dan pengembangan PAM ini kembali. th.2013 dibangun bak penampungan besar di lahan milik Ida Pedanda Br.Lebah dengan sistem pinjam lahan dengan kontribusi satu titik air gratis untuk beliau.pembangunan Bak Penampungan ini diambil dari dana PNPM. berikutnya tahun 2014 ada dana pengengembangan dari Program PAMSIMAS untuk pergantiaan jaringan baru dan penambahan debit air , pengadaan sarana sanitasi di SD 1 dan 3 Timpag.dan kegiatan PHBS demikian usaha dari pemerintah desa dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat desa timpag namun tentu masih banyak kendala yg muncul diantaranya musim kemarau mengakibatkan masih kekurangan debit dan masalah masalah lainnya yang akan terus diusahakan oleh pihak pihak terkait semoga PAM ini tetep eksis dan memberi manfaat tp tentu dibutuhkan Pengelola yang betul betul mau melayani masyarakat , dan betul betul bekerja untuk PAM dan masyarakat Timpag .SDM yang baik dan bertanggung jawab sangat mendukung kelancaran PAM ini.
Rabu, 05 Agustus 2015
Selasa, 04 Agustus 2015
Pembangunan Balai Banjar Dajan Peken telah rampung 85%
Pembangunan balai banjar dajan peken dilakukan bertahap dalam program lima tahun kerja dimulai dari tahun 2010 -2015 dan kini telah mencapai 85 % . Balai banjar lantai dua telah menghabiskan anggaran 300 juta lebih didapat dari dana kas banjar , hasil penggalian dana kerama banjar dan kerama rantauan ,juga dari bantuan pemerintah kabupaten dan propinsi.kini tahap pembangunannya tinggal finishing tiang balai banjar namun anggarannya belum ada .setelah nanti balai banjar ini rampung akan dilanjutkan dengan pembangunan Padmasana Balai Banjar tersebut, kemudian barulah menuju pembangunan Rabat beton jalan lingkungan banjar,
by.gempar pariadi
by.gempar pariadi
Sabtu, 01 Agustus 2015
Jalan Usaha Tani Desa Timpag di Subak Timpag tempek Celemanik
Jalan Usaha Tani yang berlokasi di Sepanjang Subak Celemanik ini dibangun bulan Juli Tahun 2014 dengan dana Rp 257.500.000 , dari program GIS Kabupaten Tabanan , mampu menyelesaikan rabat beton jalan subak sepanjang 1,5 Km . Jalan ini disamping berfungsi sebagai jalan usaha tani juga merupakan jalur penghubung antar banjar yaitu banjar beluluk , bengkel dajan peken , telaga tunjung ,tembus menuju br lebah juga di tahun 2015 bulan juli kembali pemprop melalui dinas pertanian mengalokasikan dana seratus juta untuk rabat beton ssehingga jalan ini sudah tembus ke jalan dam. panjang jalan beton ini mencapai 2 km lebih. funsi jalan : mengangkut hasil pertanian , peternakan dan perkebunan , sarana olah raga , jalan penghubung antar banjar dan juga ke desa nyatnyatan.
by.Nyoman Gempar Pariadi.
by.Nyoman Gempar Pariadi.
Jumat, 31 Juli 2015
Pembangunan Rabat Beton Di Dsun Sambian Tengah
Hampir seluruh gang dan jalan di Dusun Sambian Tengah sudah di Rabat Beton , ini semua berkat kegigihan masyrakat dan pemimpin serta tokoh masyarakat dalam upaya memajukan dusunya dan ini perlu dicontoh oleh dusun yg lain di Timpag .. by.km gempar pariadi
Kamis, 30 Juli 2015
Senin, 20 Juli 2015
Pembangunan Dam Parit di Subak Tangluk
Pembangunan Dam ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat, khususnya petani di subak Tangluk untuk memperoleh pengairan bagi lahan persawahan.
Kunjungan Bupati Tabanan ke Desa Timpag
Kunjungan ini bertepatan pada pelaksanaan kegiatan jalan santai, pasar murah, dan pengundian doorprize. Dalam kunjungan ini, Bupati Tabanan juga memberikan bantuan kepada keluarga kurang mampu.
Kegiatan KKN Mahasiswa Undiksha di Desa Timpag
Kegiatan KKN Mahasiswa Undiksha dimulai pada tanggal 1 Juli 2015, kgiatan ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat selama kuliah. Selama 1,5 bulan waktu pelaksanaan KKN, mahasiswa Undiksha memiliki 6 program kerja utama.
Minggu, 19 Juli 2015
Visi dan Misi Desa Timpag
“Terwujudnya
Masyarakat Desa Timpag yang cerdas , sejahtra , aman , dan berprestasi serta
berbudaya berbasis pertanian, yang berwawasan lingkungan bersinergi dengan
pariwisata“
Visi
Visi Pembangunan Desa Timpag Tahun 2010 –
2015, adalah ” TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA TIMPAG YANG SEJAHTERA, AMAN,
BERPRESTASI DAN BERBUDAYA BERBASIS PERTANIAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN
BERSINERGI DENGAN PARIWISATA ”.
Misi
Misi pembangunan Desa Timpag Tahun 2010
– 2015, adalah :
1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia
melalui program pendidikan dan program kesehatan, serta pengamalan ajaran agama
kepada masyarakat sesuai dengan falsafah ”Tri Hita Karana”
2. Menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya desa.
3. Meningkatkan ketahanan ekonomi dengan menggalakkan usaha ekonomi kerakyatan, melalui program strategis di bidang produksi pertanian, pemasaran, koperasi, usaha kecil dan menengah, serta pariwisata.
4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sehingga dapat menumbuhkembangkan kesadaran dan kemandirian dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.
5. Menciptakan suasana yang aman dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat.
6. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kerjasama antar lembaga pemerintahan di desa serta lembaga adat.
7. Memberdayakan masyrakat menuju masyarakat mandiri.
2. Menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya desa.
3. Meningkatkan ketahanan ekonomi dengan menggalakkan usaha ekonomi kerakyatan, melalui program strategis di bidang produksi pertanian, pemasaran, koperasi, usaha kecil dan menengah, serta pariwisata.
4. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, sehingga dapat menumbuhkembangkan kesadaran dan kemandirian dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.
5. Menciptakan suasana yang aman dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat.
6. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kerjasama antar lembaga pemerintahan di desa serta lembaga adat.
7. Memberdayakan masyrakat menuju masyarakat mandiri.
Kondisi Pemerintahan Desa Timpag
Desa
Timpag terbagi atas beberapa wilayah yang meliputi :
Wilayah Desa Timpag terdiri dari 6 Banjar Dinas, 13
Banjar Adat dan 3 Desa Pakraman. Adapun
6 Banjar Dinas tersebut antara lain :
1. Banjar Dinas Beluluk
terdiri dari 186 KK.
2. Banjar Dinas Delod
Peken terdiri
dari 107 KK.
3. Banjar Dinas Dajan
Peken terdiri
dari 185 KK
4. Banjar Dinas Sambian
Pondok terdiri dari 137 KK.
5. Banjar Dinas Sambian
Tengah terdiri dari 198 KK.
6. Banjar Dinas Telaga
Tunjung terdiri dari 170 KK.
13 Banjar Adat antara lain :
1. Banjar Adat Telaga Tunjung Kaja
2. Banjar Adat Telaga Tunjung Kelod
3. Banjar Adat Lebah
4. Banjar Adat Munduk
5. Banjar Adat Dajan Peken
6. Banjar Adat Delod Peken
7. Banjar Adat Beluluk
8. Banjar Adat Angligan
9. Banjar Adat Bengkel
10. Banjar Adat Sambian Pengayehan
11. Banjar Adat Sambian Pondok
12. Banjar Adat Sambian Tengah
13. Banjar Adat Sambian Undagi.
Tiga Desa Pakraman antara lain :
1. Desa Pakraman Telaga Tunjung
2. Desa Pakraman Sambian
3. Desa Pakraman Timpag.
3. Desa Pakraman Timpag.
Demografi Desa Timpag
Kondisi topografi Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan merupakan daerah landai dengan ketinggian 350 - 500 meter diatas permukaan laut, curah hujan relatif sedang dengan batas wilayah administratif sebagai berikut :
* Sebelah Utara :
Desa Jegu
* Sebelah Timur :
Desa Kesiut dan Sembung Gede
* Sebelah Selatan : Desa Meliling.
* Sebelah Barat :
Sungai Yeh Ho.
Luas
wilayah Desa Timpag seluas 465 Ha. Yang dipilah menjadi :
* Lahan Pemukiman seluas 27.930 Ha.
* Lahan Sawah seluas 330.030 Ha.
* Lahan Tegalan seluas 94.636 Ha.
* Lahan Perkantoran seluas 0,185 Ha.
* Lahan lainnya seluas 0,081 Ha.
* Lahan Pemukiman seluas 27.930 Ha.
* Lahan Sawah seluas 330.030 Ha.
* Lahan Tegalan seluas 94.636 Ha.
* Lahan Perkantoran seluas 0,185 Ha.
* Lahan lainnya seluas 0,081 Ha.
Desa Timpag memiliki jalan sepanjang 18,5 Km dengan perincian 5 km jalan kabupaten, 13,5 km jalan desa. Dengan kondisi beraspal sepanjang 10 Km, beton sepanjang 1,5 Km, geladag sepanjang 1 km dan jalan tanah sepanjang 1 km.
Sejarah Desa Timpag
Berbicara masalah
sejarah adalah suatu pemikiran yang mengacu pada masa lampau, oleh karenanya
pemaparan dalam hal sejarah merupakan penyampaian peran tentang apa – apa yang
pernah terjadi masa lampau. Dimana dapat kita temukan dua kata yaitu sejarah
dan Desa, kata sejarah dalam Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu yang
diambil alih dari kata Arab, yaitu sejarah yang berarti pohon, keturunan, asal
usul, silsilah, riwayat, babad, tanbo dan tariek, sedangkan yang dinamakan Desa
adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat yang
berkuasa mengadakan pemerintahaan sendiri. Dalam
hal ini akan dicoba untuk menguraikan sejarah Desa Timpag.
Kata Timpag menurut mereka berasal dari kata TITI dan
EMPAK, TITI yang artinya Jembatan, EMPAK artinya Putus. Jadi Timpag merupakan
satu Desa dimana dijadikan jembatan pemutus antara Kecamatan Penebel dan
Kecamatan Kerambitan, sebab dulu penguasa Tabanan minta bantuan kepada Bendesa
Timpag untuk ikut berperang melawan penguasa Penebel dan Bendesa Timpag
menyanggupi dengan mengutus beberapa pasukan dibawah Pimpinan I Gusti
Beranjingan, sedangkan Pasukan Penebel dipimpin oleh I Gusti Ngurah Ubung,
dalam peperangan ini kemenangan berada dipihak pasukan Timpag. Hal ini dapat kita
ketahui dari adanya hadiah berupa gambelan barong, angklung, kulkul ( kentongan
), Gender Wayang, yang semua ini disimpan dan dikeramatkan yang dapat digunakan
pada hari – hari tertentu.
Selanjutnya Desa Timpag
mengalami perkembangan dan sampai saat ini Timpag terdiri dari 13 Banjar
menjadi 6 Dusun (banjar dinas) dan dengan mewilayahi 3 desa Adat lengkap dengan
Tri Kahyangannya. Demikian sejarah
singkat Desa Timpag yang sudah barang tentu tidak selengkap sebagaimana sejarah
yang sebenarnya. Maka untuk melengkapi selanjutnya adalah merupakan tugas dari
para generasi penerus.
Lambang Desa
ARTI
DAN MAKNA LAMBANG DESA TIMPAG
2. BINTANG KUNING EMAS, melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
3. CANDI, melambangkan jiwa kepahlawanan.
4. CANDI BENTAR, melambangkan keagamaan yang agung.
5. RANTAI, melambangkan persatuan ( gotong royong ).
6. KIPAS, melambangkan seni budaya daerah.
7. BUNGA TERATAI, melambangkan singgasana Ciwa.
8. PADI KAPAS, melambangkan kemakmuran.
9. BAMBU RUNCING, melambangkan basis perjuangan.
10. WARNA HIJAU, melambangkan kesuburan.
11. WARNA KUNING EMAS, melambangkan keluhuran / keagungan.
12 WARNA MERAH, melambangkan keperwiraan.
13. WARNA PUTIH, melambangkan kesucian.
14. JUMLAH MERU = 13, melambangkan Desa Timpag terdiri dari 13 Banjar Adat
15. JUMLAH RONG CANDI = 3, melambangkan Desa Timpag
16. JUMLAH UNDAG = 6, melambangkan Desa Timpag terdiri dari 6 Banjar Dinas terdiri dari 3 Desa Adat.
Langganan:
Komentar (Atom)
































